RSS

Sinopsis Cinderella's Stepsister episode 2

Hyo Sun menunjukkan pada Eun Joo kamar mereka. Hyo Sun juga bahkan telah mempersiapkan segalanya untuk Eun Joo. Mulai dari lemari sampai baju tidur. Dan semuanya bernuansa pink dan ungu.
Eun Joo jelas sekali merasa tidak nyaman dengan semua kemewahan itu. Dia sebelumnya belum pernah merasakan semua hal mahal. Bahkan waktu masuk ke dalam toilet, dia tidak tahu bagaimana mengoperasikan kran otomatis. Dia juga tidak nyaman pada Hyo Sun yang kaya dan memperhatikannya.
Eun Joo keluar dan menemui Ki Hoon yang sedang menikmati minuman. Dia senang melihat gadis itu dan tersenyum padanya ketika mengundangnya untuk bergabung. Eun Joo curiga dan bertanya apa mau Ki Hoon dengan tersenyum seperti itu. Ki Hoon tidak tahu bagaimana harus menjawab karena dia bahkan tidak sadar kalau sedang tersenyum. Jadi dia hanya bilang kalau ada banyak alasan tersenyum dan itu bukan berarti dia menginginkan sesuatu dari Eun Joo.
Eun Joo kabur, meninggalkan Ki Hoon yang terkejut dan terabaikan. Kemudian dia bernyanyi untuk dirinya sendiri. Di dalam suaranya ada sesuatu yang seolah-olah berbicara pada Eun Joo di saat gadis itu sedang menguping dari kejauhan.
Eun Joo dan Hyo Sun duduk di kelas yang sama meski Eun Joo sebenarnya lebih tua. Hyo Sun dan kawan-kawannya memberikan sambutan hangat pada si anak baru dan bertanya apakah mereka harus memanggilnya kakak. Eun Joo menjawab bahwa mereka lebih baik tidak memanggilnya sama sekali.
Sementara itu, Ki Hoon mendapatkan kunjungan tidak terduga dari seorang penjahat yang berkendara motor. Penjahat itu memukul Ki Hoon yang membuatnya ambruk ke tanah. Dia juga mengancam Ki Hoon untuk berhenti ikut campur. Kemudian melemparkan beberapa foto yang menunjukkan kalau Ki Hoon sedang bekerja di pabrik keluarga Hyo Sun. Sebenarnya, Ki Hoon ini anak orang kaya.
Ketika dia sendirian sikap tenangnya menghilang. Dia merasakan marah selama bertahun-tahun karena dia adalah anak yang terbuang dan lari dari keluarganya. Hal inilah yang membuatnya terhubung dengan Eun Joo.
Kembali ke sekolah. Hyo Sun sangat senang karena mendapat kabar kalau orang tuany sudah kembali dari bulan madu. Eun Joo tidak bisa mengabaikan berita ini. Waktu Ki Hoon memintanya untuk pulang bersama, dia menolak. Hyo Sun kecewa namun Ki Hoon segera memberitahunya kalau gadis seperti Eun Joo tidak bisa dipaksa melakukan hal apapun. Saat Ki Hoon dan Hyo Sun berlalu, lagi-lagi Eun Joo melihat senyum di bibir Ki Hoon.
Seluruh kota menyambut pesta perkawinan Kang Sook dan ayah Hyo Sun. Kang Soo harus memberi hormat pada semua keluarga suami barunya. Paman Hyo Sun terlihat tidak setuju. Begitu pula dengan bibinya Dae Sung (ayah Hyo Sun). Setelah upacara, wanita tua itu bertanya tentang keberuntungannya pada Kang Sook. Untuk pertama kalinya juga, Kang Sook melihat tatapan Eun Joo di arah belakang.
Pada saat ini pula Hyo Sun menyadari tatapan aneh Ki Hoon pada Eun Joo. Dia segera berlari ke cowok itu. Namun, Ki Hoon ternyata tetap tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari Eun Joo. Hyo Sun sadar kalau dia bukanlah satu-satunya di hati Ki Hoon.
Kang Sook beristirahat karena kelelahan. Dae Sung masuk dan langsung memijat kaki istrinya. Kang Sook benar-benar merasa bak tuan putri. Dia juga terkejut oleh sikap Dae Sung itu. Tiba-tiba saja Hyo Sun masuk dan membuat Dae Sung beranjak pergi, membiarkan Kang Sook menjelaskan pada anak tirinya kalau harus mengetuk pintu dulu sebelum masuk.
Sementara itu, Eun Joo mencari sebuah ruangan untuk bersembunyi dan mengerjakan PR. Dia diganggu oleh percakapan antara Dae Sung dan bibinya, yang tidak suka pada kehadiran Kang Sook. Dia juga menyarankan agar pernikahan ini tidak usah diresmikan. Namun, Dae Sung berkata agar bibinya berhenti berkomentar dan menegaskan kalau Kang Sook dan Eun Joo adalah keluarganya sekarang.
Ini berita besar buat Eun Joo. Dia sudah terbiasa pada bibi yang cerewet dan tidak percaya. Tapi, Dae Sung berbeda. Dia bukan tipe pria yang akan melakukan kekerasan. Dia sabar dan setia. Eun Joo jadi penasaran.
Ki Hoon menemukan Eun Joo di tempat persembunyiannya. Dan ketika Eun Joo beranjak pergi, dia membalik sepatu gadis itu. Ki Hoon mengatakan kalau pestanya akan berlangsung lama. Dia juga menawarkan tempat untuk bersembunyi pada Eun Joo. Awalnya dia menolak tapi kemudian setuju juga.
Pestanya berlangsung sampai larut. Dae Sung begitu bangga melihat Hyo Sun memperkenalkan ibu barunya pada seluruh warga setempat. Hyo Sun terlihat sangat-sangat gembira.
Ki Hoon membawa Eun Joo ke tempat persembunyiannya di gudang anggur beras. Dengan tenang Eun Joo melanjutkan PR-nya. Cowok itu bahkan menawarkan meja dan kursi jadi Eun Joo tidak perlu meringkuk di pojok. Tentu saja, Eun Joo menolak tawaran itu. Dia mencemooh sikap dingin Ein Joo tapi tidak mengatakan apa-apa lagi.
Hyo Sun sudah mencari Ki Hoon dan Eun Joo kemana-mana. Akhirnya dia menemukan mereka di ruang penyimpanan. Dia melihat dari jendela dan langsung sadar kalau dia tidak ingin membagi Ki Hoon dengan siapapun.
Tapi, keesokan paginya Hyo Sun malah mengobrol seru dengan Eun Joo. Dia bercerita kalau di sekolah ada cowok yang tidak membalas sms-nya. Dia bertanya-tanya apakah sms itu tidak sampai. Apakah dia harus mengganti nomer hp-nya. Eun Joo mengatakan bahwa sms itu pasti sampai. Hanya saja, diabaikan. Hyo Sun awalnya tidak menerima penjelasan itu namun akhirnya berpikir bahwa itu mungkin saja terjadi.
Dalam perjalanan ke sekolah, mereka melihat cowok itu. Eun Joo mengobrol dengan cowok itu dan menanyakan kenapa dia tidak membalas sms Hyo Sun. dia juga berkata kalau sebaiknya bersikap jujur bila tidak menyukai Hyo Sun.
Hari itu, Hyo Sun sedang ada kelas tari dan dia menerima sms dari cowok itu. Dia pulang ke rumah sambil menangis dan mengatakan kalau cowok itu tidak mau mengiriminya sms lagi. Dia berterima kasih pada Eun Joo karena sudah membantu.
Ibu memeluk Hyo Sun yang sedang menangis dan Eun Joo memerhatikan dengan penuh cemburu. Ayah memperhatikan Hyo Sun dan sadar gadis itu pasti merasa kesal melihat hubungan antara ibu dan Hyo Sun.
Ayah memutuskan untuk mendekati Eun Joo. Jadi malam itu dia meminta gadis itu untuk menemuinya dan mengatakan kalau dia sudah bertemu dengan wali kelasnya yang mengatakan kalau Eun Joo sangat pintar. Dae Sung terlihat sangat tulus. Dia juga bertanya, Eun Joo ingin menjadi apa. Karena tidak ada jawaban, maka ayah berkata apakah dia ingin menjadi penari seperti Hyo Sun atau belajar piano.
Ayah berjanji akan membantu Eun Joo meraih impiannya dan dia benar-benar tulus. Eun Joo tidak bergerak. Tapi terlihat jelas kalau dia sebenarnya tersentuh sebab, meski ini bukan pertama kalinay ada yang manawarkan janji kosong padanya, tapi ini pertama kalinya ada yang bersikap tulus padanya. Ayah juga berkata kalau Eun Joo bisa bergantung padanya. Meski Eun Joo diam, tapi dia seperti terlihat akan memberi kesempatan.
Di kelas matematika keesokan harinya, guru membuat soal matematika di papan dan meminta seorang siswa untuk mengerjakannya. Hyo Sun dengan bangga mengumumkan Eun Joo untuk mengerjakan. Eun Joo mendongak memandangi gurunya dan menolak mengerjakan soal itu.
Hari itu, Eun Joo mencari ayah dan mengumumkan sesuatu. Eun Joo telah mengingat semua soal dan jawaban dari tes matematikanya. Tapi dia tidak tahu bagaimana cara mengerjakannya. Ayah bingung karena dia tahu nilai Eun Joo selalu tinggi. Eun Joo akhirnya menunjukkan semua hafalannya. Dia mengatakan kalau dia tidak tahu mengerjakan soal-soal itu karena sering tinggal kelas dan dia tidak tahu dasar matematika.
Eun Joo meminta guru les matematika. Ayah mau mencarikannya guru les matematika dan bahasa. Eun Joo berkata dia tidak perlu les bahasa. Dia yang terbaik di kelasnya. Tapi, ayah dengan lembut berkata kalau dia harus berbicara lebih sopan pada orang yang lebih tua. Eun Joo mengakuinya.
Eun Joo dan Hyo Sun sedang menunggu guru les mereka. Dan seperti biasa, Hyo Sun selalu mencoba mengajak Eun Joo ngobrol. Eun Joo diam saja. Tidak memedulikan Hyo Sun yang cerewet. Guru mereka datang dan ternyata itu adalah Ki Hoon. Eun Joo mencemooh dan Hyo Sun mengumumkan kalau Ki Hoon adalah guru les terbaik sebab dia adalah mahasiswa sebuah universitas top dan hanya bekerja disini sebagai pegawai paruh waktu.
Les dimulai. Hyo selalu mencari alasan agar tidak belajar. Sementara Eun Joo belajar dengan giat. Eun Joo bersikap ketus ketika bertanya pada Ki Hoon jadi dia memutuskan agar Eun Joo memanggilnya guru dan menggunakan kalimat resmi ketika sedang bicara. Eun Joo bangkit dan sudah akan meninggalkan ruangan. Tapi tidak jadi dan duduk lagi.
Eun Joo mau memanggil Ki Hoon guru namun dengan nada seperti memanggil ‘bajingan’. Dia juga berkata tidak akan meminta guru baru sebab Ki Hoon guru yang cukup pintar. Dia akan belajar serius sebelum waktunya habis. Ki Hoon bilang jika dia tidak suka nada bicara Eun Joo namun akan menerimanya sebagai awal perubahan gadis itu.
Ki Hoon bertanya apa yang dimaksud Eun Joo dengan waktunya yang hampir habis. Eun Joo menjelaskan kalau dia tidak tahu sampai kapan akan bertahan di rumah itu dan sebaiknya melakukan semua hal selagi bisa. Kemudian dia menangis.
Hyo Sun tidak bisa menemukan Eun Joo dan Ki Hoon dimana-mana, jadi dia berlari ke ayah dan ibu untuk memberitahu hal ini. Kang Sook dengan cerdas memanfaatkan momen ini untuk menipu Dae Sung. Dia mengatakan kalau beberapa anak sering mengolol-olok Eun Joo karena punya nama keluarga yang berbeda dengan Hyon Sun. hal ini adalah akibat dari belum sah-nya perkawinan mereka.
Ki Hoon menemukan Eun Joo di gudang anggur. Dia duduk di samping Eun Joo dan mengatakan kalau dirinya juga sama seperti Eun Joo. Dia tidak memperlakukan gadis itu seperti anak kecil dan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja.
Hyo Sun menemukan Ki Hoon dan Eun Joo kembali melanjutkan les. Dia bergabung dan mencoba merasa di terima. Dia mulai bertanya tapi Ki Hoon mengabaikannya. Hyo Sun sadar pada hubungan diantara Ki Hoon dan Eun Joo dan merasa terperangkap bersama mereka disana.
Keesokan harinya Hyo Sun mencoba mendapatkan perhatian Ki Hoon. Tapi terlihat jelas kalau perhatian Ki Hoon tidak bisa lepas dari Eun Joo. Hyo Sun kecewa dan cemburu pada hubungan antara kedua orang itu.
Ki Hoon mendapat kunjungan lagi. Kali ini dari kakaknya. Dia meminta Ki Hoon untuk segera pergi dan berhenti mengahncurkan nama baik keluarganya. Dia juga menawarkan akan memberika uang pada Ki Hoon bila mau pergi dan meneruskan kuliah di luar negeri saja. Yang jelas, dia tidak boleh ada di kota itu lagi.
Ki Hoon berkata kalau dia tidak perlu uang kakaknya. Dia mengucapkan terima kasih dan dia tidak akan menandatangani apapun. Dia akan menjalani hidupnya sesuai dengan keinginannya.
Ki Hoon merenung di ruang menyimpanan anggur. Dia berkata hanya anggur beras itu temannya. Tapi kemudian dia melihat pensil rambut Eun Joo dan menambahkan kalau gadis itu juga temannya.
Ki Hoon pergi berbelanja untuk membelikan Eun Joo pensil rambut yang baru untuk mengganti pensil rambut yang lama itu. Ada interaksi aneh antara Ki Hoon dan penjualnya. Dia segera pulang dan tak sabar ingin menghadiahi Eun Joo sesuatu.
Di bagian lain kota, Kang Sook sedang menunggu dengan gelisah saat Dae Sung meresmikan pernikahan mereka dengan mendaftarkannya ke negara. Dia kemudian terlihat sangat tidak percaya dan gembira saat melihat document resmi itu. Dia menangis dan menyelamati dirinya.
Hyo Sun dan Eun Joo sampai di rumah pada malam hari. Hyo Sun sedang mabuk dan tahu dari Eun Joo kalau ibu berbohong soal ejekan yang diterima Eun Joo karena nama keluarga mereka. Hyo Sun masih mabuk dan ingin bertanya pada ibu tentang hal tersebut. Dia akan segera melakukannya ketika ayah dan Ki Hoon tiba. Cowok itu menyembunyikan hadiah buat Eun Joo di belakang punggungnya.
Eun Joo tidak mau terganggu karena hal itu jadi dia mneggoyangkan tangan Hyo Sun. Karena masih mabuk, jadi dia jatuh ke tanah. Meski, hal itu bukan salah Eun Joo.
Eun Joo sadar kalau hal ini terlihat buruk. Dia membeku. Kang Sook yang melihat ayah sudah datang berpikir cepat: dia menampar Eun Joo dan segera merangkul Hyo Sun. Dae Sung dan Ki Hoon memandangi Eun Joo yang membeku. Dia sadar bahwa dia baru saja ditampar oleh ibu karena Cinderella.

Sinopsis Cinderella's Stepsister episode 2

Hyo Sun menunjukkan pada Eun Joo kamar mereka. Hyo Sun juga bahkan telah mempersiapkan segalanya untuk Eun Joo. Mulai dari lemari sampai baju tidur. Dan semuanya bernuansa pink dan ungu.

Eun Joo jelas sekali merasa tidak nyaman dengan semua kemewahan itu. Dia sebelumnya belum pernah merasakan semua hal mahal. Bahkan waktu masuk ke dalam toilet, dia tidak tahu bagaimana mengoperasikan kran otomatis. Dia juga tidak nyaman pada Hyo Sun yang kaya dan memperhatikannya.

Eun Joo keluar dan menemui Ki Hoon yang sedang menikmati minuman. Dia senang melihat gadis itu dan tersenyum padanya ketika mengundangnya untuk bergabung. Eun Joo curiga dan bertanya apa mau Ki Hoon dengan tersenyum seperti itu. Ki Hoon tidak tahu bagaimana harus menjawab karena dia bahkan tidak sadar kalau sedang tersenyum. Jadi dia hanya bilang kalau ada banyak alasan tersenyum dan itu bukan berarti dia menginginkan sesuatu dari Eun Joo.

Eun Joo kabur, meninggalkan Ki Hoon yang terkejut dan terabaikan. Kemudian dia bernyanyi untuk dirinya sendiri. Di dalam suaranya ada sesuatu yang seolah-olah berbicara pada Eun Joo di saat gadis itu sedang menguping dari kejauhan.
Eun Joo dan Hyo Sun duduk di kelas yang sama meski Eun Joo sebenarnya lebih tua. Hyo Sun dan kawan-kawannya memberikan sambutan hangat pada si anak baru dan bertanya apakah mereka harus memanggilnya kakak. Eun Joo menjawab bahwa mereka lebih baik tidak memanggilnya sama sekali.

Sementara itu, Ki Hoon mendapatkan kunjungan tidak terduga dari seorang penjahat yang berkendara motor. Penjahat itu memukul Ki Hoon yang membuatnya ambruk ke tanah. Dia juga mengancam Ki Hoon untuk berhenti ikut campur. Kemudian melemparkan beberapa foto yang menunjukkan kalau Ki Hoon sedang bekerja di pabrik keluarga Hyo Sun. Sebenarnya, Ki Hoon ini anak orang kaya.
Ketika dia sendirian sikap tenangnya menghilang. Dia merasakan marah selama bertahun-tahun karena dia adalah anak yang terbuang dan lari dari keluarganya. Hal inilah yang membuatnya terhubung dengan Eun Joo.
Kembali ke sekolah. Hyo Sun sangat senang karena mendapat kabar kalau orang tuany sudah kembali dari bulan madu. Eun Joo tidak bisa mengabaikan berita ini. Waktu Ki Hoon memintanya untuk pulang bersama, dia menolak. Hyo Sun kecewa namun Ki Hoon segera memberitahunya kalau gadis seperti Eun Joo tidak bisa dipaksa melakukan hal apapun. Saat Ki Hoon dan Hyo Sun berlalu, lagi-lagi Eun Joo melihat senyum di bibir Ki Hoon.
Seluruh kota menyambut pesta perkawinan Kang Sook dan ayah Hyo Sun. Kang Soo harus memberi hormat pada semua keluarga suami barunya. Paman Hyo Sun terlihat tidak setuju. Begitu pula dengan bibinya Dae Sung (ayah Hyo Sun). Setelah upacara, wanita tua itu bertanya tentang keberuntungannya pada Kang Sook. Untuk pertama kalinya juga, Kang Sook melihat tatapan Eun Joo di arah belakang.
Pada saat ini pula Hyo Sun menyadari tatapan aneh Ki Hoon pada Eun Joo. Dia segera berlari ke cowok itu. Namun, Ki Hoon ternyata tetap tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari Eun Joo. Hyo Sun sadar kalau dia bukanlah satu-satunya di hati Ki Hoon.

Kang Sook beristirahat karena kelelahan. Dae Sung masuk dan langsung memijat kaki istrinya. Kang Sook benar-benar merasa bak tuan putri. Dia juga terkejut oleh sikap Dae Sung itu. Tiba-tiba saja Hyo Sun masuk dan membuat Dae Sung beranjak pergi, membiarkan Kang Sook menjelaskan pada anak tirinya kalau harus mengetuk pintu dulu sebelum masuk.
Sementara itu, Eun Joo mencari sebuah ruangan untuk bersembunyi dan mengerjakan PR. Dia diganggu oleh percakapan antara Dae Sung dan bibinya, yang tidak suka pada kehadiran Kang Sook. Dia juga menyarankan agar pernikahan ini tidak usah diresmikan. Namun, Dae Sung berkata agar bibinya berhenti berkomentar dan menegaskan kalau Kang Sook dan Eun Joo adalah keluarganya sekarang.
Ini berita besar buat Eun Joo. Dia sudah terbiasa pada bibi yang cerewet dan tidak percaya. Tapi, Dae Sung berbeda. Dia bukan tipe pria yang akan melakukan kekerasan. Dia sabar dan setia. Eun Joo jadi penasaran.
Ki Hoon menemukan Eun Joo di tempat persembunyiannya. Dan ketika Eun Joo beranjak pergi, dia membalik sepatu gadis itu. Ki Hoon mengatakan kalau pestanya akan berlangsung lama. Dia juga menawarkan tempat untuk bersembunyi pada Eun Joo. Awalnya dia menolak tapi kemudian setuju juga.
Pestanya berlangsung sampai larut. Dae Sung begitu bangga melihat Hyo Sun memperkenalkan ibu barunya pada seluruh warga setempat. Hyo Sun terlihat sangat-sangat gembira.
Ki Hoon membawa Eun Joo ke tempat persembunyiannya di gudang anggur beras. Dengan tenang Eun Joo melanjutkan PR-nya. Cowok itu bahkan menawarkan meja dan kursi jadi Eun Joo tidak perlu meringkuk di pojok. Tentu saja, Eun Joo menolak tawaran itu. Dia mencemooh sikap dingin Ein Joo tapi tidak mengatakan apa-apa lagi.
Hyo Sun sudah mencari Ki Hoon dan Eun Joo kemana-mana. Akhirnya dia menemukan mereka di ruang penyimpanan. Dia melihat dari jendela dan langsung sadar kalau dia tidak ingin membagi Ki Hoon dengan siapapun.
Tapi, keesokan paginya Hyo Sun malah mengobrol seru dengan Eun Joo. Dia bercerita kalau di sekolah ada cowok yang tidak membalas sms-nya. Dia bertanya-tanya apakah sms itu tidak sampai. Apakah dia harus mengganti nomer hp-nya. Eun Joo mengatakan bahwa sms itu pasti sampai. Hanya saja, diabaikan. Hyo Sun awalnya tidak menerima penjelasan itu namun akhirnya berpikir bahwa itu mungkin saja terjadi.
Dalam perjalanan ke sekolah, mereka melihat cowok itu. Eun Joo mengobrol dengan cowok itu dan menanyakan kenapa dia tidak membalas sms Hyo Sun. dia juga berkata kalau sebaiknya bersikap jujur bila tidak menyukai Hyo Sun.
Hari itu, Hyo Sun sedang ada kelas tari dan dia menerima sms dari cowok itu. Dia pulang ke rumah sambil menangis dan mengatakan kalau cowok itu tidak mau mengiriminya sms lagi. Dia berterima kasih pada Eun Joo karena sudah membantu.

Ibu memeluk Hyo Sun yang sedang menangis dan Eun Joo memerhatikan dengan penuh cemburu. Ayah memperhatikan Hyo Sun dan sadar gadis itu pasti merasa kesal melihat hubungan antara ibu dan Hyo Sun.
Ayah memutuskan untuk mendekati Eun Joo. Jadi malam itu dia meminta gadis itu untuk menemuinya dan mengatakan kalau dia sudah bertemu dengan wali kelasnya yang mengatakan kalau Eun Joo sangat pintar. Dae Sung terlihat sangat tulus. Dia juga bertanya, Eun Joo ingin menjadi apa. Karena tidak ada jawaban, maka ayah berkata apakah dia ingin menjadi penari seperti Hyo Sun atau belajar piano.
Ayah berjanji akan membantu Eun Joo meraih impiannya dan dia benar-benar tulus. Eun Joo tidak bergerak. Tapi terlihat jelas kalau dia sebenarnya tersentuh sebab, meski ini bukan pertama kalinay ada yang manawarkan janji kosong padanya, tapi ini pertama kalinya ada yang bersikap tulus padanya. Ayah juga berkata kalau Eun Joo bisa bergantung padanya. Meski Eun Joo diam, tapi dia seperti terlihat akan memberi kesempatan.
Di kelas matematika keesokan harinya, guru membuat soal matematika di papan dan meminta seorang siswa untuk mengerjakannya. Hyo Sun dengan bangga mengumumkan Eun Joo untuk mengerjakan. Eun Joo mendongak memandangi gurunya dan menolak mengerjakan soal itu.
Hari itu, Eun Joo mencari ayah dan mengumumkan sesuatu. Eun Joo telah mengingat semua soal dan jawaban dari tes matematikanya. Tapi dia tidak tahu bagaimana cara mengerjakannya. Ayah bingung karena dia tahu nilai Eun Joo selalu tinggi. Eun Joo akhirnya menunjukkan semua hafalannya. Dia mengatakan kalau dia tidak tahu mengerjakan soal-soal itu karena sering tinggal kelas dan dia tidak tahu dasar matematika.
Eun Joo meminta guru les matematika. Ayah mau mencarikannya guru les matematika dan bahasa. Eun Joo berkata dia tidak perlu les bahasa. Dia yang terbaik di kelasnya. Tapi, ayah dengan lembut berkata kalau dia harus berbicara lebih sopan pada orang yang lebih tua. Eun Joo mengakuinya.
Eun Joo dan Hyo Sun sedang menunggu guru les mereka. Dan seperti biasa, Hyo Sun selalu mencoba mengajak Eun Joo ngobrol. Eun Joo diam saja. Tidak memedulikan Hyo Sun yang cerewet. Guru mereka datang dan ternyata itu adalah Ki Hoon. Eun Joo mencemooh dan Hyo Sun mengumumkan kalau Ki Hoon adalah guru les terbaik sebab dia adalah mahasiswa sebuah universitas top dan hanya bekerja disini sebagai pegawai paruh waktu.
Les dimulai. Hyo selalu mencari alasan agar tidak belajar. Sementara Eun Joo belajar dengan giat. Eun Joo bersikap ketus ketika bertanya pada Ki Hoon jadi dia memutuskan agar Eun Joo memanggilnya guru dan menggunakan kalimat resmi ketika sedang bicara. Eun Joo bangkit dan sudah akan meninggalkan ruangan. Tapi tidak jadi dan duduk lagi.
Eun Joo mau memanggil Ki Hoon guru namun dengan nada seperti memanggil ‘bajingan’. Dia juga berkata tidak akan meminta guru baru sebab Ki Hoon guru yang cukup pintar. Dia akan belajar serius sebelum waktunya habis. Ki Hoon bilang jika dia tidak suka nada bicara Eun Joo namun akan menerimanya sebagai awal perubahan gadis itu.
Ki Hoon bertanya apa yang dimaksud Eun Joo dengan waktunya yang hampir habis. Eun Joo menjelaskan kalau dia tidak tahu sampai kapan akan bertahan di rumah itu dan sebaiknya melakukan semua hal selagi bisa. Kemudian dia menangis.
Hyo Sun tidak bisa menemukan Eun Joo dan Ki Hoon dimana-mana, jadi dia berlari ke ayah dan ibu untuk memberitahu hal ini. Kang Sook dengan cerdas memanfaatkan momen ini untuk menipu Dae Sung. Dia mengatakan kalau beberapa anak sering mengolol-olok Eun Joo karena punya nama keluarga yang berbeda dengan Hyon Sun. hal ini adalah akibat dari belum sah-nya perkawinan mereka.
Ki Hoon menemukan Eun Joo di gudang anggur. Dia duduk di samping Eun Joo dan mengatakan kalau dirinya juga sama seperti Eun Joo. Dia tidak memperlakukan gadis itu seperti anak kecil dan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja.

Hyo Sun menemukan Ki Hoon dan Eun Joo kembali melanjutkan les. Dia bergabung dan mencoba merasa di terima. Dia mulai bertanya tapi Ki Hoon mengabaikannya. Hyo Sun sadar pada hubungan diantara Ki Hoon dan Eun Joo dan merasa terperangkap bersama mereka disana.

Keesokan harinya Hyo Sun mencoba mendapatkan perhatian Ki Hoon. Tapi terlihat jelas kalau perhatian Ki Hoon tidak bisa lepas dari Eun Joo. Hyo Sun kecewa dan cemburu pada hubungan antara kedua orang itu.
Ki Hoon mendapat kunjungan lagi. Kali ini dari kakaknya. Dia meminta Ki Hoon untuk segera pergi dan berhenti mengahncurkan nama baik keluarganya. Dia juga menawarkan akan memberika uang pada Ki Hoon bila mau pergi dan meneruskan kuliah di luar negeri saja. Yang jelas, dia tidak boleh ada di kota itu lagi.
Ki Hoon berkata kalau dia tidak perlu uang kakaknya. Dia mengucapkan terima kasih dan dia tidak akan menandatangani apapun. Dia akan menjalani hidupnya sesuai dengan keinginannya.
Ki Hoon merenung di ruang menyimpanan anggur. Dia berkata hanya anggur beras itu temannya. Tapi kemudian dia melihat pensil rambut Eun Joo dan menambahkan kalau gadis itu juga temannya.
Ki Hoon pergi berbelanja untuk membelikan Eun Joo pensil rambut yang baru untuk mengganti pensil rambut yang lama itu. Ada interaksi aneh antara Ki Hoon dan penjualnya. Dia segera pulang dan tak sabar ingin menghadiahi Eun Joo sesuatu.

Di bagian lain kota, Kang Sook sedang menunggu dengan gelisah saat Dae Sung meresmikan pernikahan mereka dengan mendaftarkannya ke negara. Dia kemudian terlihat sangat tidak percaya dan gembira saat melihat document resmi itu. Dia menangis dan menyelamati dirinya.
Hyo Sun dan Eun Joo sampai di rumah pada malam hari. Hyo Sun sedang mabuk dan tahu dari Eun Joo kalau ibu berbohong soal ejekan yang diterima Eun Joo karena nama keluarga mereka. Hyo Sun masih mabuk dan ingin bertanya pada ibu tentang hal tersebut. Dia akan segera melakukannya ketika ayah dan Ki Hoon tiba. Cowok itu menyembunyikan hadiah buat Eun Joo di belakang punggungnya.
Eun Joo tidak mau terganggu karena hal itu jadi dia mneggoyangkan tangan Hyo Sun. Karena masih mabuk, jadi dia jatuh ke tanah. Meski, hal itu bukan salah Eun Joo.

Eun Joo sadar kalau hal ini terlihat buruk. Dia membeku. Kang Sook yang melihat ayah sudah datang berpikir cepat: dia menampar Eun Joo dan segera merangkul Hyo Sun. Dae Sung dan Ki Hoon memandangi Eun Joo yang membeku. Dia sadar bahwa dia baru saja ditampar oleh ibu karena Cinderella.

Sinopsis Cinderella's Stepsister episode 1


Di sebuah rumah kecil, seorang gadis remaja sedang memasak. Dialah Song Eun Jo. Dia tetap diam saja meski ada suara teriakan orang dewasa yang terdengar. Seorang anak laki-laki bergabung dengannya, Han Jung Woo. Kemudian Eun Jo duduk dan menikmati makanannya. Tapi Jung Woo diam saja. Eun Jo kemudian menjelaskan kalau dia tidak tahu apa nanti bakal bisa makan lagi. Jung Woo mengerti. Dia segera menyantap makanannya.

Teriakan tadi datang dari ibu Eun Jo dan ayah Jung Woo. Mereka bertengkar dan ayah Jung Woo baru saja memukul ibu Eun Jo, Kang Sook untuk yang terakhir kalinya sebab wanita ini sudah tidak tahan lagi dan ingin pergi. Ayah Jung Woo bersikeras menginginkan agar dia tidak pergi.
Pertengkaran itu berubah menjadi brutal. Ketika Kang Sook memanggil putrinya, Eun Jo dan Jung Woo segera berlarian ke ruangan itu dan melihat kalau Kang Sook sedang diancam dengan memakai sebuah tongkat pemukul baseball. Eun Jo menjatuhkan pria mabuk itu dan Jung Woo melempar tongkat itu keluar.



Kemudian Eun Jo menggenggam tangan ibunya dan mengajaknya turun bukit. Ayah Jung Woo yang mabuk mencoba mengejar mereka. Ketika sampai di bawah bukit, ayah Jung Woo sekali lagi berteriak agar ibu Eun Jo tidak pergi. Jung Woo sendiri berteriak agar mereka segera kabur dan memulai kehidupan baru. Dia bahkan menjatuhkan ayahnya saat mencoba mengejar lagi.



Eun Jo perlu waktu lama buat meyakinkan ibunya agar mau naik kereta. Kang Sook berteriak kalau mereka tidak punya tempat tinggal dan menyuruh supir taksi untuk kembali. Eun Jo mengatakan kalau sudah tidak ada lagi yang tertinggal disana dan menambahkan kalau ibunya ingin cincin berlian itu dan tidak sempat mengambilnya tadi, Eun Jo sudah menangani hal itu. Kang Sook segera berubah menjadi senang dan menyuruh supir taksi ke stasiun kereta.
Ayah Jung Woo sudah menyembunyikan cincin itu di suatu tempat namun dia tahu benda itu sudah hilang. Dia mengirim orang untuk mengejar Kang Sook dan putrinya. Ketika akan siap berangkat, Eun Jo memperhatikan ada preman yang ikut naik. Ibunya sedang tidur jadi coba dibangunkannya. Dia akhirnya mendapat ide untuk kabur saja tanpa ibunya. Toh, ibunya sering lolos dari kejaran orang. Namun, Eun Jo kembali berubah pikiran. Dia kembali dan membangunkan ibunya yang kaget melihat orang-orang kiriman suaminya.


Orang-orang itu melihat mereka ketika mencoba menerobos kerumunana siswa di bagian belakang kereta. Mereka akhirnya bersembunyi di toilet terpisah. Di toilet tempat Eun Jo bersembunyi sudah ada orang. Jadi dia membekap gadis yang disana dengan tangannya. Gadis itu adalah Gu Hyo Sun.
Inilah hidup Hyo Sun. Seseorang sedang bekerja keras di tempat pembuatan anggur beras. Dialah Hong Ki Hoon. Hyo Sun muncul dihadapannya dan menanyakan kenapa dia tidak menjawab telponnya. Kemudian gadis itu berkata kalau dia sudah kehilangan sesuatu paling berharga, sebuah cincin. Dia lupa sudah meletakkannya dimana. Dia bisa celaka kalau tidak bisa menemukannya.


Ki Hoon sudah terbiasa dengan hal kayak begini dan mengingatkan Hyo Sun kalau semuanya akan baik-baik saja. Saat Ki Hoon mengantarnya ke sekolah, dia sudah kembali tenang. Sekali lagi Hyo Sun menegaskan kalau Ki Hoon adalah miliknya. Namun, Ki Hoon berkata jika dia bisa saja dipecat kalau ada yang mendengar perkataannya barusan. Hyo Sun malah berkata: “Karena kau adalah milikku, jadi jangan memikirkan orang lain.”
Hyo Sun mendapat kunjungan di sekolahnya. Kang Sook sedang menunggunya di pintu masuk. Sebelum tertangkap oleh orang-orang kiriman suaminya, Eun Jo menyerahkan cincin itu pada Hyo Sun. Sekarang, keresahan Hyo Sun pada cincin yang hilang masuk akal. Dia mengajak Kang Sook pulang ke rumahnya.

Ketika sampai dirumah, mereka disambut oleh dua wanita yang sedang khawatir. Ayah Hyo Sun, Gu Dae Sung, sedang marah. Dan orang yang bisa menenangkannya adalah Hyo Sun. Jadi dia berlari ke dalam rumah dan menemukan ayahnya sedang marah-marah pada perkerja yang tidak becus bekerja.


Hyo Sun segera meminta ayahnya untuk menenangkan diri dengan mengatakan kalau para pekerja itu adalah kawan-kawan ayahnya. Dia juga berpura-pura terisak. Dae Sung akhirnya tenang. Kang Sook menyaksikan semua ini dengan ketidakpastian. Dua ibu-ibu tadi mengatakan kalau Dae Sung tidak seperti ini ketika istrinya masih hidup. Mendengar semua itu dan harta kekayaan Dae Sung, Kang Sook jadi ingin tahu. Sementara itu, Hyo Sun berusaha keras mencari cincin itu.
Kang Sook sangat terluka saat sedang berjalan menuju rumah ini. Sekarang dia menenangkan diri dan mencoba bermanis-manis dengan dua wanita itu. Dia menawarkan diri untuk membantu pekerjaan disana. Dua wanita itu tidak tahu siapa Kang Sook dan memandanginya penuh curiga. Mereka menolak tawaran itu dan Kang Sook malah mendapat siraman air berbau amis!
Hyo Sun meminjamkan pakaian ganti pada Kang Sook dan karena tidak ada lagi yang tersisa, dia memberikan baju milik almarhum ibunya. Kang Sook sangat pas mengenakan pakaian itu. Dia mengingatkan Hyo Sun pada almarhum ibunya dan mulai menangis. Dia hanya bisa bilang kalau Kang Sook cantik dengan baju itu. Kang Sook terkejut melihat gadis itu menangis dan menepuk kepala gadis itu. Hyo Sun teringat akan sentuhan ibunya. Dia meminta Kang Sook melakukannya lagi. Dia bahkan dipeluk oleh Kang Sook.


Hyo Sun tiba-tiba ingat kalau sudah menyimpan cincin itu di salah satu tasnya. Dia bertanya pada pamannya dimana tas itu. Saat paman akan mengambilkannya, Hyo Sun malah meminta paman untuk menyembunyikannya.
Ketika mendengar Dae Sung memarahi putrinya karena sudah menghilangkan cincin seseorang, Kang Sook menjelaskan situasinya. Dia masuk ke kantor Dae Sung dengan hati-hati. Kang Sook yang mengenakan baju mantan istrinya, membuat Dae Sung terpana. Dia terkejut.
Dengan hati-hati, Kang Sook menjelaskan kalau Hyo Sun meminjamkan tas yang berisi cincinnya itu pada seorang teman. Hingga temannya itu kembali, maukah dia mengijinkannya tinggal disana dan memberinya pekerjaan.
Di rumah Jung Woo, Eun Jo menunggu ibunya dengan gelisah. Ayah Jung Woo yang mabuk percaya kalau Kang Sook pasti meninggalkannya lagi. Namun, Eun Jo bersikeras kalau ibunya pasti kembali. Laki-laki itu menantangnya: “Apa kau percaya pada ibumu? Apa kau percaya dia akan kembali hanya karena kau disini?” Eun Jo berkata kalau dia pasti kembali. Namun ada juga rasa takut kalau ibunya tidak akan pernah kembali.
Kembali ke rumah keluarga Gu. Hyo Sun berlari mencari Kang Sook dan mengatakan kalau tangannya terluka. Kang Sook mengobatinya dan Hyo Sun berusaha agar Kang Sook menepuk kepalanya lagi.

Kejadian ini disaksikan oleh beberapa pria yang melihat ikatan diantara mereka berdua. Paman Hyo Sun jelas tidak suka melihat ini. Kedua pria yang lain, Ki Hoon dan Dae Sung jelas terlihat bingung melihat ikatan antara Kang Sook dan Hyo Sun.
Malam itu, Kang Sook mulai melancarkan aksinya. Dia menyentuh kaos Dae Sung dengan alasan ada lubang kancing yang robek di baju Dae Sung. Kang Sook bisa merasakan ketertarikan pria itu. Namun, dia melakukannya dengan pelan-pelan.

Misalnya saja, Kang Sook bertanya dimana letak pasar karena akan membeli bahan untuk makan siang Hyo Sun. Dia bilang bisa berjalan saja. Namun tentu tidak akan begitu. Dae Sung mengeluarkan sepedanya dan menawari Kang Sook tumpangan. Awalnya Kang Sook menolak tapi akhirnya mau juga. Berkali-kali, Kang Sook memeluk pinggang Dae Sung karena guncangan sepeda.
Paman Hyo Sun yang tidak suka melihat perkembangan ini memberikan cincin itu pada Kang Sook. Ki Hoon mendekati Hyo Sun yang sedang menangis. Karena tidak ada alasan lagi untuk tinggal, Kang Sook harus pergi dan Dae Sung serta putrinya tidak bisa berbuat apa-apa.
Ki Hoon berkata pada Dae Sung bahwa dia kesal melihat Dae Sung yang tidak berbuat apa-apa. Dae Sung membiarkan Hyo Sun menderita lagi padahal baru saja dia mendapatkan kebahagiaannya. Dia menyuruh Dae Sung untuk mengejar Kang Sook ke stasiun kereta dan meminta wanita itu untuk kembali. Ki Hoon dan Hyo Sun bahkan sudah pergi lebih dulu ke stasiun. Dae Sung akhirnya bangkit dan mencari Kang Sook di pemberhentian bus, dimana wanita itu sedang menunggu bus.

Dae Sung berkata bagaimana mungkin dia meninggalkan Hyo Sun dan menggunakan putrinya sebagai alasan agar dia tetap tinggal. Kang Sook menjawab bahwa dia juga punya putri yang sangat memerlukannya. Jadi Dae Sung berkata kalau putrinya itu juga bisa tinggal bersamanya. Dia akan menjemputnya. Kemudian Kang Sook bertanya apakah dia melakukan hal ini murni karena keinginan Hyo Sun. Dae Sung lantas memeluknya.
Sudah berhari-hari sejak ibunya pergi. Jung Woo berkata kalau Eun Jo tidak perlu mengkhawatrikan segalanya karena dia akan menjaga Eun Jo. Ibunya sudah meninggalkannya dan tidak akan kembali lagi. Eun Jo bertanya apakah Jung Woo yakin pada hal itu. Dan dia bilang sangat yakin.
Jawaban ini membuat ekspresi Eun Jo mengeras. Namun detik berikutnya dia menyeringai. Dia mungkin tidak bisa meninggalkan ibunya tapi sekarang ibunya sudah meninggalkannya. Semua sudah jelas. Dia bebas. Dia kemudian berkemas-kemas. Jung Woo bersikeras agar dia tidak pergi. Hanya saja, Eun Jo menatapnya dengan garang.
Eun Jo mengabaikan permohonan Jung Woo agar tidak pergi. Saat sampai di pintu gerbang, Eun Jo berhenti. Ada dua orang pria disana dan bertanya padanya. Itu adalah paman Hyo Sun dan Ki Hoon. Eun Ji mulai berpikir.
Di dalam mobil, Ki Hoon mencoba berbicara dengan Eun Jo yang cemberut. Dia menatap laki-laki itu penuh curiga dan meminta ingin ke toilet. Ketika para pria itu menunggunya di luar gedung, Eun Jo lari lewat jalan belakang.
Ki Hoon-lah yang bertugas mengejar Eun Jo. Dia hampir berhasil namun hanya bisa menarik pensil di rambutnya yang mambuat rambut Eun Jo terurai. Dia menatap Ki Hoon dan membuat laki-laki itu terpesona. Dia berhenti mengejarnya. Karena melihat Eun Jo seperti sangat terluka.

Dengan cepat, Ki Hoon melanjutkan kembali pengejarannya dan kali ini dia berhasil menjatuhkan Eun Jo. Kemudian Ki Hoon malah berbaring di sampingnya. Mengingat perkataan Kang Sook kalau putrinya akan sulit dibujuk. Dia bertanya apa Eun Jo punya uang. Dia juga bilang kalau akan sulit bagi gadis seusianya untuk hidup sendiri. Akan tetapi, semuanya akan menjadi berbeda kalau dia sudah 20 tahun. Jadi kenapa Eun Jo tidak menunggu sedikit lagi.

Eun Jo tetap murung. Tapi anehnya, kalimat Ki Hoon merasuki jiwanya. Dia berpikir: “Aneh. Rasanya benar-benar aneh. Cara dia bicara, aku pasti akan percaya saja bila dia bilang bulan itu datar. Aku pasti sudah dirasuki setan!”
Di rumah Hyo Sun, Eun Jo dan ibunya bertengkar. Ibunya bilang bahwa kehidupan mereka kali ini akan berbeda. Dia melakukan ini untuk Eun Jo. Tapi Eun Jo berkata bahwa sebaiknya mereka hidup berdua saja. Eun Jo juga menuduh ibunya telah mengabaikannya dengan cara meninggalkannya dengan pria jahat. Mendengar ini, Kang Sook sangat khawatir dan bertanya apa pria itu melakukan sesuatu yang buruk padanya. Eun Jo bilang tidak, tapi takut pria itu akan melakukannya.

Eun Jo bilang bahwa dia akan pergi dari tempat itu. Tapi kang Sook menghentikannya dan berkata semuanya pasti akan berbeda. Dia juga bilang kalau Eun Jo bisa pergi ke sekolah lagi. Eun Jo takut mempercayai ibunya dan bertanya apa dia serius. Dia mereka diusir lagi, dia meminta ibunya untuk membiarkannya pergi.

Dae Sung mencoba berbicara pada Eun Jo. Dia bilang bahwa, bila Eun Jo punya keinginan, tinggal bilang saja. Dia berjanji akan mengabulkannya. Eun Jo kemudian berkata kalau dia tidak perlu janji. Dia tidak percaya pada janji dan meminta Dae Sung untuk segera menyekolahkannya.
Berikutnya, sebuah suara berteriak: “Hyo Sun pulang!” Dia masuk ke dalam ruangan itu dan melihat ada seseorang. Dia menyadari bahwa itu adalah orang yang membekapnya di dalam toilet. Mengabaikan tatapan menghina Eun Jo, dia berteriak: “Hai, Unni!”



lyric Yesung-It has to be you (ost cinderella's stepsister) in romanized, english, and indonesia













Romanized Version :

oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda




i gil kkeuteseo seoseongineun na
dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba
naneun tto i gireul mutneunda
neol bogo sipdago
tto ango sipdago
jeo haneulbomyeo gidohaneun nal
niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka
na du beon dasineun
bonael su eopdago
na neoreul itgo salsun eopdago
niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka
nae meongdeun gaseumi
neol chajaorago
sorichyeo bureunda
neon eodinneungeoni
naui moksori deulliji annni
naegeneun
na dasi sarado
myeot beoneul taeeonado
harudo niga eobsi sal su eomneun na
naega jikyeojul saram
naega saranghal saram nan
geurae nan neo hanamyeon chungbunhanikka
neo hanaman saranghanikka

English Version : 

Today, i wander in my memory




I’m pasing around on the end of this way




You’re still holding me tightly, even though i can’t see you any more
I’m losing my way again
I’m praying to the sky i want see you and hold you more
that i want to see you and hold you more




It can’t be if it’s not you




i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this




it’s fine even if my heart’s hurts




yes because i’m just in love with you
i cannot send you away one more time




i can’t live without you




it can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you
my bruised heart
is screaming to me to find you
where are you?
can’t you hear my voice?
to me…
if i live my life again
if i’m born over and over again
i can’t live without you for a day
You’re the one i will keep
you’re the one i will love
i’m…yes because i’m happy enough if i could be with you

Indonesia Version :




Hari ini, saya berkelana dalam ingatanku
Aku pasing di sekitar akhir cara ini
Kau masih memegang erat-erat, meskipun saya tidak bisa melihatmu lagi
Aku kehilangan jalan lagi

Aku berdoa ke langit saya ingin melihat Anda terus Anda
yang ingin melihat Anda terus Anda lebih
Hal ini tidak bisa jika tidak Anda
saya tidak dapat tanpa anda
tidak apa-apa jika saya sakit selama satu hari dan tahun seperti ini
tidak apa-apa bahkan jika hatiku sakit
ya karena aku hanya mencintaimu

saya tidak bisa mengirim Anda pergi sekali lagi
saya tidak bisa hidup tanpa kamu
itu tidak bisa jika tidak Anda
saya tidak dapat tanpa anda
tidak apa-apa jika saya sakit selama satu hari dan tahun seperti ini
tidak apa-apa bahkan jika hatiku sakit
ya karena aku hanya mencintaimu


memar jantungku
berteriak untuk saya untuk menemukan Anda
di mana kau?
kau tidak bisa mendengar suara saya?

jika saya menjalani hidup saya lagi
kalau aku lahir lagi dan lagi
saya tidak bisa hidup tanpa kamu selama sehari

Kau satu-satunya cintaku
Anda adalah cintaku satu-satunya
Aku ... ya karena saya cukup senang jika saya bisa bersama Anda
















for download this song :

Sinopsis Cinderella's Stepsister episode 3

Dae Sung sangat kecewa pada istrinya karena sudah menampar putrinya sendiri. Dia tahu kalau Hyo Sun juga turut andil dalam menyakiti Eun Jo dan dia berkata pada Kang Sook: “Aku merasa malu dan terganggu, jangan lakukan itu lagi.”




Dae Sung lebih baik bila menyangkut Eun Jo ketimbang Kang Sook. Dia telah melakukan langkah yang salah. Kang Sook sebenarnya ingin menjadi ibu yang baik bagi Hyo Sun tapi dia malah bersikap dingin pada anaknya sendiri. Jadi dia berlutut dihadapan Dae Sung dan berkata kalau dia takut Dae Sung akan memandang rendah dirinya karena kelakuan putrinya.
Memang ini tidak salah dan Kang Sook melihat kesempatan untuk memanfaatkan momen ini demi keuntungannya. Dia mengatakan kalau dia bisa merasakan tatapan merendahkan orang lain dan berpikir kalau dia hanya janda rendahan. Serangan utama Kang Sook adalah memutarbalikkan situasi jadi dia tampak tidak bersalah. Hasilnya, Dae Sung mengumumkan pada semua staffnya kalau siapapun yang tidak bisa menerima istrinya bisa mengundurkan diri.


Eun Jo duduk di pinggir danau. Dia membayangkan kalau dia pergi jauh. Pergi ke tempat yang tidak ada ibunya dan hidup bebas disana. Eun Jo berhenti sejenak dan melihat Ki Hoon yang tersenyum dan sudah mencarinya kemana-mana. Ki Hoon mulai membimbingnya pergi tapi Eun Jo menyentakkan tangannya dari genggaman Ki Hoon. Gerakan mendadak itu membuat tusuk rambut yang Ki Hoon belikan untuk Eun Jo jatuh dari saku Ki Hoon dan mendarat di atas pasir. Tidak ada yang memperhatikannya.

Eun Jo berjalan lebih dulu dari Ki Hoon yang berteriak di belakangnya kalau dia belum hafal lingkungan disana. Ketika Ki Hoon tersandung dan mendarat di atas batu, Eun Jo berbalik dan menolehnya sebentar tapi tetap berjalan. Lucunya, waktu Ki Hoon mengeluh karena ketidakpeduliannya, Eun Jo terpeleset dan jatuh. Dia cepat-cepat bangkit untuk menutupi wajahnya dan terus berjalan.


Ki Hoon akhirnya berhasil menyusul Eun Jo dan dia memperhatikan lutut gadis itu yang berdarah. Ada luka cukup besar di kakinya dan luka itu tidak akan berhenti mengeluarkan darah. Eun Jo harus mengobatinya. Ketika Eun Jo mempertahankan wajahnya yang tabah, Ki Hoon bertanya: “Tidakkah itu sakit?” Karena kesal pada kerewelan Ki Hoon, Eun Jo menjawab: “Ini sakit! Kenapa ini tidak sakit saja? Tapi apa boleh buat?”
Di rumah Hyo Sun bertanya pada Kang Sook dimana dia mendengar kalau anak-anak mengejek Eun Jo karena memiliki nama keluarga yang berbeda. Hyo Sun sudah bertanya pada semua teman sekelasnya dan tidak ada satupun yang mengatakan hal seperti itu dan hal itu juga diakui Eun Jo.
Kang Sook tidak akan mengakui kalau dia sudah berbohong dan berkata pada Hyo Sun kalau dia pasti salah dengar. Untungnya, Kang Sook selalu memenangkan kasih sayang Hyo Sun jadi dia setuju untuk menutup masalah itu disini.
Eun Jo menunjukkan ekspresi wajah yang kosong waktu seorang dokter membersihkan lukanya lalu menjahitnya. Ki Hoon berada disana dan dia tidak tahan melihat Eun Jo diperlakukan seperti itu. Dia lebih tidak percaya lagi pada reaksi kosong Eun Jo. Ki Hoon bahkan bertanya pada dokter apa Eun Jo punya masalah dalam penerimaan rasa sakit.
Saat berjalan pulang, Eun Jo bertanya pada Ki Hoon lagu berbahasa apa yang dia nyanyikan kemarin malam. Ki Hoon gembira pada ketertarikan Eun Jo dan menjelaskan kalau itu adalah lagu berbahasa Spanyol. Tertarik pada fakta tentang jarak Spanyol dan Korea, Eun Jo berpikir, “Kalau aku bersembunyi disana, tidak akan ada yang mampu menemukanku!”




Tapi pertama-tama, dia harus mempersiapkan diri. Eun Jo bertanya pada Ki Hoon apakah bahasa Spanyol sulit dipelajari dan Ki Hoon mulai berbicara antusias tentang Barcelona dan Gaudi. Tidak tertarik pada topik itu, Eun Jo memotong pembicaraannya dan meminta Ki Hoon untuk mengajarinya bahasa Spanyol. Mereka bisa menggunakan waktu satu jam pelajaran matematika mereka untuk belajar bahasa Spanyol. Tanpa memberi kesempatan berbicara pada Ki Hoon, Eun Jo pergi begitu saja. Sekarang Ki Hoon khawatir, “Tapi aku tidak tahu bahasa Spanyol.”


Sesampai di rumah, Eun Jo mendapati pemandangan yang menyakitkan. Ibunya sedang membuai Hyo Sun dan keduanya tertidur. Emosinya lebih mudah dibaca ketika tidak ada orang disekelilingnya yang menyaksikan. Ada segores luka di wajahnya dan setitik air mata mengkilap di matanya.
Malam itu, Ki Hoon mulai belajar bahasa Spanyol agar bisa mengajari Eun Jo. Ketika mereka mulai keesokan harinya, Eun Jo bertanya apakah Amerika Selatan lebih jauh dari Spanyol. Namun, sebelum sempat menjawab, Ki Hoon sudah dipotong dan diminta untuk meneruskan pelajaran








Ki Hoon ingin mulai dengan mengajari Eun Jo alphabet tapi dia sudah mempelajarinya tadi malam dan ingin lanjut ke Pelajaran 2. Karena hanya belajar Pelajaran 1, Ki Hoon terlihat panik. Dia tidak siap dengan Pelajaran 2 jadi dia kembali ke pertanyaan Eun Jo sebelumnya. Dia menggambar Amerika Selatan dan menunjukkan sebuah titik yang melambangkan kota Ushuaia yang terletak di Argentina dan merupakan kota paling selatan di dunia.






Eun Jo bertanya seberapa jauh tempat itu dan berapa biaya yang diperlukan untuk sampai kesana, yang memancing pertanyaan kenapa dia ingin pergi ke Ushuaia. Dengan cepat, Eun Jo berkata kalau sebaiknya pelajaran dilanjutkan dan dia tidak sabar menunggu pelajaran bahasa Spanyolnya.


Ki Hoon dihadapkan pada dua kenyataan: melanjutkan percakapab atau mengungkapkan kalau dia adalah guru bahasa Spanyol gadungan. Ki Hoon memilih yang pertama dan untungnya dia diselamatkan oleh suara ribut-ribut di luar yang memperpendek waktu belajar.
Suara ribut itu berasal dari tibanya para tamu untuk merayakan ulang tahun Dae Sung. Ketika Eun Jo menyaksikan dari kejauhan, Hyo Sun mendekatinya dan menawarkan satu dari dua hadiah yang sedang dipegangnya. Hyo Sun tahu kalau Eun Jo tidak akan sempat mempersiapkan hadiah untuk ayah jadi dia sudah mempersiapkan satu untuknya. Sikap yang manis tapi Eun Jo menolaknya.
Eun Jo kembali ke kamarnya dan mengecek pesan voicemail di hp-nya, yang langsung mengubah suasana hatinya. Pesan itu dari Jung Woo, yang memperingatkan kalau ayahnya yang pemabuk sedang dalam perjalanan untuk menemukan ibu Eun Jo. Paman Hyo Sun yang memberikan alamat rumah Kang Sook yang baru pada Jang (ayah Jung Woo). Eun Jo sangat kesal.




Eun Jo menemukan Jang duduk tepat di luar gerbang depan. Dia diam disana setelah mengintai Kang Sook yang menjadi pembawa acara dan menyanyikan lagu untuk para tamu. Jang menangis waktu dia bernyanyi bersama Kang Sook dan mengatakan kalau lagu itu dia yang mengajarkan.




Gugup karena Jang akan tertangkap dan marah karena dia datang untuk mengacaukan pesta, Eun Jo menyeret Jang menjauh tepat ketika Ki Hoon muncul dihadapan mereka. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi tapi bisa membaca arah utama keadaan ini dan mengungsika kedua orang itu ke gudang anggur. Permasalahn itu setidaknya bisa diselesaikan disana.
Setelah Ki Hoon keluar, Eun Jo berkata pada Jang kalau Kang Sook sekarang sudah keluar dari kehidupannya – sebaiknya dia melupakan semuanya. Apakah dia ingin uang? Jang bersikukuh kalau dia benar-benar mencintai Kang Sook dan ini tidak ada hubungannya dengan uang.
Suara beberapa pria membuat Eun Jo tegang dan dia membekap mulut Jang untuk membuatnya tenang. Dae Sung dan beberapa orang pergi dari pesta untuk mengambil lebih banyak anggur beras dari gudang dan mereka akan masuk ke dalam gudang.
Untungnya ada Ki Hoon yang menunggu di luar. Dia menawarkan diri untuk membawakan anggur itu pada mereka. Ki Hoon masuk dan mengambil satu tong kecil lalu memperingatkan Eun Jo untuk tidak berlama-lama di ruangan itu. Kalau tidak mereka akan ditangkap.
Eun Jo berbicara dengan tajam pada Jang, mencoba untuk membuatnya pulang: Jang tidak punya semuanya, dia tidak punya rumah besar, dia tidak punya status yang tinggi. Kalau dia punya semua itu maka Kang Sook akan kembali padanya tanpa berpikir. Sebaliknya, Jang hanya pemabuk yang suka berjudi yang hati dan jiwanya sudah membusuk. Kata-kata ini membuat Jang bangun dari mabuknya dan berkata: “Hentikan.”
Dia memperingatkan Jang untuk tidak kembali sampai dia bisa membawakan Kang Sook hal yang dia sebutkan tadi. “Kalau kau tidak kembali, maka aku akan percaya kalau kau mencintai ibuku. Tapi kalau kau tidak melakukannya, maka kau hanya orang rendahan yang datang untuk uang!” Eun Jo bahkan tidak bisa menghentikan air mata yang merayapi pipinya.
Dengan pelan, Jang bangkit dan menatap Eun Jo untuk waktu lama. Eun Jo ketakutan tapi dia tahan. Jang merasa kalau semuanya sudah cukup dan akhirnya pergi. Sekaranglah, Eun Jo baru bisa membuat dirinya tenang.
Setelah mengantarkan anggur, Ki Hoon menemukan Eun Jo di depan rumah. Dia sedang menatap Jang yang mencoba melewati truknya. Dia ingin melihat pria itu segera pergi. “Bisakah kau membunuh pria itu untukku?” Eun Jo sama sekali tidak punya tenaga untuk melakukan apapun. Dia hanya bisa menatap Jang.
Ki Hoon melihat air mata frustasi Eun Jo dan memutuskan untuk mengambil alih. Dia yang akan mengantar Jang pulang. Dia sudah naik ke tempat kemudi dan berkata kalau dia akan pulang dengan kereta terakhir dan tiba di rumah pada pagi hari. Eun Jo tidak bisa mengatakan kalau dia mengkhawatirkan Ki Hoon. Dia dapat membaca ekspresi Eun Jo dan berkata: “Jangan khawatir!” lalu dia pergi sambil tersenyum.




Ketika kembali ke dalam gerbang, Eun Jo melihat Hyo Sun dan Kang Sook sedang bernyanyi sambil menari. Dae Sung terlihat senang tapi dia memperhatikan Eun Jo yang berjalan lesu. Dia meminta Kang Sook untuk memeriksa keadaan putrinya.
Kang Sook menemukan Eun Jo di kamarnya dimana dia mengeluh pada kekejaman Eun Jo dan sikap baik Dae Sung pada Eun Jo. Setelah siksaan yang dialaminya malam ini, Eun Jo meminta ibunya untuk keluar dan berteriak dengan frustasi tentang saat-saat ibu mengabaikannya.
Eun Jo terluka karena ibunya bahkan tidak memperhatikannya. Dia bahkan tidak tahu lutut Eun Jo terluka. Ironisnya, satu-satunya hal yang diingat Eun Jo adalah ketulusan seperti ketulusan Ki Hoon dan Dae Sung. Eun Jo sama sekali tidak tahan pada kepalsuan ibunya dan mengusir ibunya saat dia mulai mengkhawatirkan lutut Eun Jo yang terluka.
Ketika Hyo Sun menemui Eun Jo di luar kamar mereka untuk mengatakan kalau dia memberikan kedua hadiah itu pada ayahnya, Eun Jo berkata dengan datarnya: “Aku tidak menyukaimu. Kau juga tidak menyukaiku, kan? Kau tidak bisa menyukaiku. Tidak ada alasan untuk menyukaiku, jadi bagaimana kau bisa?”
Tapi Hyo Sun berkata, “Tapi aku benar-benar menyukaimu.” Eun Jo tidak bisa mempercayai hal itu dan berkata, “Rasanya lebih alami bila membenciku. Lebih sulit membuat dirimu menyukai seseorang karena kau harus melakukannya. Jadi taka pa bila membenciku. Aku minta agar bersikap seolah-olah kau tidak mengenalku.”
Eun Jo berbalik, “Kau membodohi dirimu sendiri!” dan berkata pada Hyo Sun untuk berpikir lebih cermat. Ketika dia pergi, Eun Jo berpapasan dengan Dae Sung yang telah menguping percakapan itu. Benar-benar tidak beruntung dan Eun Jo lebih memilih kalau Dae Sung lebih baik tidak mendengar semuanya. Tapi Eun Jo tetap berjalan pergi dengan wajah tegarnya.
Eun Jo menelpon Jung Woo untuk memberitahunya kalau ada seseorang yang mengantarkan Jang pulang dan menyuruhnya untuk menelponnya lagi saat Ki Hoon pergi. Eun Jo akan menutup telponnya tapi Jung Woo memintanya untuk menunggu sebentar karena ada sesuatu yang akan dia katakan. “Kakak, kau adalah milikku. Aku mencintaimu.” Cepat-cepat Jung Woo menutup telponnya. Dia gembira karena sudah menyatakan perasaannya pada Eun Jo.
Eun Jo tetap terjaga malam itu dan menunggu Ki Hoon pulang. Ketika sudah jam 4 lewat dan tidak ada tanda-tanda kalau Ki Hoon akan pulang, Eun Jo membuka pintu gerbang dan menunggu dalam kegelapan. Tapi tetap saja dia tidak muncul. Eun Jo akhirnya masuk ke dalam dan membiarkan gerbang sedikit terbuka jadi Ki Hoon bisa masuk. Saat pagi tiba, Eun Jo masih bangun. Dia tidur semalaman.





Sebenarnya Ki Hoon telah dipanggil pulang oleh ayahnya. Dia adalah anak bungsu keluarga Hong. Tidak ada yang menyukai pertemuan itu. Tapi Presiden Hong merasa dia harus menyelesaikan masalah ini sebelum bertambah buruk. Dia mengatakan kalau foto-foto Ki Hoon yang sedang bekerja di pabrik milik Dae Sung telah beredar di media. Keluarganya terpaksa membayar fotografer itu agar tutup mulut. Tapi, Ki Hoon tidak bisa selamanya seperti ini. Keluarga Hong bisa hancur kalau Ki Hoon tetap bekerja disana, khususnya istri Hong.
Ki Hoon menjawab kalau dia tidak akan berhenti bekerja pada Gu Dae Sung. Bukankah Presiden Hong yang berkata kalau dia sudah tidak punya tempat lagi di keluarga Hong. Untuk itu, dia tidak memberikan hak pada ayahnya untuk menentukan bagaimana dia harus menjalani hidupnya. Dia akan menandatangani dokumen yang menyatakan penyerahan warisannya. Ibu tiri Ki Hoon masuk dan mengatakan kalau Ki Hoon seharusnya menunjukkan sedikit rasa hormat – mereka sudah melakukan banyak hal untuk Ki Hoon.
Ayah berkata dengan tenang pada Ki Hoon, “Jika kau tidak menyelamatkanku, aku tidak punya siapa-siapa di sisiku.” Ketika Ki Hoon beranjak pergi, Presiden Hong berkata, “Aku memerlukanmu.” Istri Presiden Hong dan putra tertuanya telah membeli saham perusahaan. Ki Hoon mengerti kalau ayahnya memerlukan sahamnya, bukan dirinya. Meski Ki Hoon tidak pernah mengharapkan kasih sayang pria ini, dia menjawab dengan pahit, “Aku hampir memercayaimu selama sesaat saat kau bilang kau memerlukanku.” Dia lalu menambahkan, “Aku hampir berpikir kau benar-benar memerlukanku.”
Ki Hoon mengunjungi makam ibunya yang terletak di lereng gunung, dimana dia duduk dengan sedih. Dia bertanya pada ibunya apakah dia harus lanjut dan berbicara pada para wartawan dan mengungkap segalanya, tepat seperti yang ditakutkan keluarga Hong. Atau dia seharusnya membiarkan mereka membayarnya sebagai ganti atas aksi diamnya. Apa yang harus dia minta? Ki Hoon lalu mengeluarkan sebotol soju yang dia bawa.
Sepanjang hari, Eun Jo merasa sangat terganggu. Di dalam kelas, dia merasa sedikit gembira saat Hyo Sun menelpon paman dan bertanya tentang Ki Hoon, dia belum kembali dan tidak menjawab telponnya.
Pada malam hari, Ki Hoon masih saja menghilang. Eun Jo berbaring di atas tempat tidurnya, tidak bisa memejamkan mata. Dia menyerah dan akhirnya pergi ke luar. Kali ini Ki Hoon berdiri di luar, bersandar di tembok. Terkejut, tenang, dan gugup, Eun Jo berpikir, “Dia disini.” Lalu Ki Hoon tersenyum padanya dan Eun Jo kembali berpikir, “Dia tersenyum.”





Ki Hoon memanggilnya, “Eun Jo ya.” Dan melambaikan tangan untuk menyuruhnya mendekat. Mata Eun Jo dihalangi embun, dan dia berpikir, “Dia memanggilku Eun Jo ya.” Ki Hoon memanggilnya untuk mendekat tapi Eun Jo malah berdiri tak bergerak sambil berpikir, “Dia memanggilku Eun Jo ya.”
Ki Hoon salah mengerti pada sikap Eun Jo yang membatu dan bergumam kecewa. Bahkan ketika sekali lagi Eun Jo bersuka ria, “Dia memanggilku Eun Jo ya.” Berpikir kalau Eun Jo tidak akan mendekatinya, Ki Hoon berjalan ke tempat Eun Jo berdiri dan tersandung di saat-saat terakhir. Eun Jo menangkapnya dan menyeimbangkannya. Dia masih berpikir, “Dia memanggilku Eun Jo ya.”





Ki Hoon bersandar pada Eun Jo dan berkata, “Aku lapar.” Ki Hoon menahan air matanya, dan berkata lagi, “Aku kelaparan hingga mau mati.” Karena mendengar Ki Hoon yang kelaparan, Eun Jo sibuk menyiapkan makanan. Selama itu, dia masih berpikir, “Dia memanggilku Eun Jo ya.” Dan terus, “Dia memanggilku Eun Jo ya.”
Ketika Eun Jo mengantarkan makanan itu, dia memandangi Ki Hoon lebih dekat dan memperhatikan salah satu kaus kakinya terlepas. Dengan lembut Eun Jo memasangkan kaos kaki itu tapi ketika Ki Hoon bergerak dalam tidurnya, Eun Jo melompat dan berlari seperti orang ketakutan. Dia terengah-engah saat sampai di kamarnya. Saat dia melihat bekas lukanya, ternyata sudah sembuh.





Pada pagi hari, Hyo Sun menyerbu masuk ke kamar Ki Hoon dan membangunkannya. Dia bertanya-tanya kenapa menyiapkan makanan tapi tidak memakannya. Melihat meja itu, Ki Hoon ingat pada kata-kata Eun Jo untuk makan – yang terdengar secara tidak sadar di tidurnya – dan senyuman mematikan itu muncul lagi ketika dia ingat siapa yang bertanggunga jawab. Ki Hoon mulai makan, mengabaikan Hyo Sun yang sedih karena merasakan Ki Hoon berada jauh dari dirinya. Hyo Sun bertanya, “Kak, siapa aku?” tapi Ki Hoon sibuk makan sehingga tidak menjawabnya.
Dalam perjalanan ke sekolah, Hyo Sun dengan waswas mengabarkan tentang kompetisi menarinya yang akan datang. Ayah dan ibu mungkin melupakannya, dan dia tidak yakin bagaimana dengan paman atau Ki Hoon. Mengumpulkan semua keberaniannya, dia bertanya pada Hyo Sun apakah bisa menontonnya dan langsung mendapat jawaban tidak.





Hyo Sun kecewa tapi dia tidak mempermasalahkannya, dia sudah terbiasa pada sikap Eun Jo. Dia berkata dengan kegembiraan yang dipalsukan kalau tidak apa – Dong Soo (cowok yang dulu menyuruhnya berhenti mengirim sms) sekarang telah bersikap lebih baik padanya. Dan saat Hyo Sun menceritakan tentang lomba itu, dia bilang bisa datang.
Eun Jo tidak peduli pada masalah ini dan mendesah. Dengan suara bergetar, Hyo Sun berkata: “Aku tahu apa artinya sebuah desahan. Itu artinya kau lelas melihatku, kan? Aku tahu, tapi kak, tidak peduli bagaimana aku memikirkannya aku tidak mengerti apa maksudmu tentang membohongi diriku sendiri. Aku benar-benar menyukaimu. Tapi kau membenciku. Aku tahu, jadi kau bisa terus membenciku. Aku akan tetap menyukaimu. Walaupun kau membenciku, aku tidak akan mengganggumu seperti aku, jadi jangan menyuruhku untuk memaksa diriku membencimu. Jika itu membuatmu senang, aku akan melakukan apa saja – asal jangan membencimu. Kau mungkin membenciku karena membicarakan ini, kan? Aku tahu. Aku minta maaf.” Hyo Sun kemudian berlari untuk bergabung dengan Dong Soo.
Ketika Eun Jo belajar, suara Ki Hoon mengganggu pikirannya. Ini sedikit mengerikan buatnya. Setelah pulang sekolah, langkah kakinya membawanya ke danau dimana dia melihat Ki Hoon sedang duduk sendiri. Untuk beberapa saat dia terlihat senang tapi suasana hatinya berubah saat dia melihat seorang gadis tak dikenal bergabung dengan Ki Hoon dan menyerahkan sebuah tas belanja padanya.
Ketika sampai di rumah, Eun Jo melihat Dong Soo sedang mengintai ke sekeliling rumah sambil membawa bunga. Waktu dia melihat kehadirannya, dia menjatuhkan buket bunga itu dan pergi tanpa sepatah katapun. Eun Jo sama sekali tidak punya keinginan untuk menyampaikan bunga itu pada Hyo Sun, jadi dia meninggalkannya begitu saja.
Di dalam dia melihat ibu sedang menggunting kuku kaki Hyo Sun. Ketika masuk ke dalam kamarnya, Eun Jo menemukan perlengkapan minum the. Dia menatapnya dengan marah. Hyo Sun memberikannya sebagai hadiah karena Eun Jo akan pindah ke kamar barunya besok. Inilah cara Hyo Sun untuk merayakan hari terakhir mereka sebagai teman sekamar. Di hari lain, Eun Jo mungkin akan mengabaikan ini. Tapi sekarang dia benar-benar marah. Jadi dia bertanya pada Hyo Sun, “Kalau kau begitu menyukaiku, bisakah kau memberikan apapun yang aku minta?”
Hyo Sun terlihat senang dan bertanya apa yang diinginkan Eun Jo. Dia akan melakukannya. Eun Jo berkata, “Kau bisa menangani apapu yang aku minta?” Hyo Sun mengangguk tanpa ragu. Eun Jo menantangnya lagi, “Tak peduli apapun yang aku miliki, kau bisa menyukaiku sampai akhir?” Hyo Sun berkata kalau dia bisa.
Jadi Eun Jo keluar dan mengambil buket bunga dimana Dong Soo menjatuhkannya sambil berpikir, “Aku tidak tahu kenapa aku ingin memainkan lelucon ini. Aku hanya merasa marah pada sesuatu. Tapi aku tidak tahu itu apa sebenarnya.”
Eun Jo memberikan bunga itu pada Hyo Sun dan mengatakan kalau Dong Soo yang memberikannya dan ingin mengajaknya berkencan. Disanalah, dia menjelaskan kalau Hyo Sun telah membodohi dirinya sendiri. Sekarang Eun Jo sudah mendapatkan kemarahan Hyo Sun dan dia tidak bisa terus menyukainya.
Hyo Sun terkejut dan terluka. Dia melihat kartu di buket itu dan mulai membacanya. Eun Jo belum memeperhatikan kartu itu, yang akan mengahancurkan leluconnya. Jadi dia mengambil kartu itu saat Hyo Sun mulai menangis dan pergi.





Sekejam leluconnya, Eun Jo puas bisa menggunakannya untuk mengakhiri semuanya disini. Tapi waktu dia melihat kartu itu, dia terkejut. Bunga itu untuknya: “Song Eun Jo! Aku menyukaimu! Aku ingin pergi kencan denganmu – ayo kencan! Aku akan memperlakukanmu dengan baik!”





Berikutnya, Hyo Sun masuk lagi ke ruangan itu. Sambil membelalak, dia berkata, “Pengemis.” Eun Jo menyuruhnya untuk mengulanginya lagi. Jadi, Hyo Sun yang dibanjiri oleh kemarahan, meneriakkannya dengan suara yang jelas dank eras, “Pengemis! Enyahlah!” Eun Jo sebenarnya puas dengan reaksi itu.